Halaman

Minggu, 29 November 2020

Manusia dan Harapan

 


Pengertian Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisannya. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya doa dan harapan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan suapa sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

Harapan Dan Cita Cita

Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan, yaitu:

A.    Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.

B.    Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

A. Dorongan Kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.

Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena mereka perlu makan, berkembang biak, dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara keduanya ialah bahwa manusia memiliki akal dan kehendak. Dengan akal, manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.

Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan, dan kemampuan untuk bersosialisasi. Dengan kodrat tersebut, maka manusia mempunyai harapan.

B. Dorongan Kebutuhan Hidup

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :

a)      Kelangsungan hidup (survival)

b)      Keamanan (safety)

c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)

d)      Diakui linkungan (status)

e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)


Harapan Dan Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal beragama, setiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing. 

Harapan dan kepercayaan saling melengkapi. Karena dalam memenuhi atau mewujudkan harapan, manusia harus berusaha dan berdo’a. Dengan berusaha dan berdo’a sungguh-sungguh, maka harapan akan terwujud dan terpenuhi.


Berikut Sumber Penulisan Artikel ini :
http://danielkessie.blogspot.com/2018/05/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html
- Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Depok : Gunadarma.
- http://mynewblogtugasku19.blogspot.com/2017/05/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan_14.html


NB : Untuk kamu! iya kamu. Kamu pasti punya harapan kan? apapun harapan kamu yang positive aku doain supaya terwujud. Amin 😇

Rabu, 25 November 2020

Manusia dan Harapan

1.Jelaskan tentang orientasi harapan dan cita-cita

Arti dari kata orientasi adalah seperti pengenalan atau awal atau bisa juga disebut peninjau sesuatu(arah). Jadi orientasi harapan dan cita-cita merupakan langkah(arah) seseorang untuk mencapai harapan dan cita-citanya.

Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.

cita-cita


Cita-cita adalah keinginan,harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Keinginan, harapan, maupun tujuan tersebut merupakan orientasi yang ingin diperoleh seseorang pada masa mendatang. Cita-cita merupakan semacam garis linear yang makin lama makin tinggi.




2. Jelaskan hubungan dan persamaannya..

Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Senin, 23 November 2020

Manusia dan Cinta Kasih


 Pengertian Cintah Kasih 
     
    Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

    Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga maqusia menyembah Tuhan dengan tulus, mengikuti.


Cinta Menurut Ajaran Agama

    Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya.

1. Cinta Kepada Allah

    Puncak cinta manusia, yang paling bening, jemih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam ibadah, pujian, dan doanya saja,tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah.

2. Cinta Diri

    Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

3. Cinta Sesama Manusia

    Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.

4. Cinta Seksual

    Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. la merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

5. Cinta Kebapakan

    Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modem berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis.


Dalam Manusia dan Cintah Kasih di dalam nya terdapat : Kasih Sayang, Kemesraan, Pemujaan, Belas Kasihan dan Cintah Kasih Erotis. Mengenai hal hal tersebut akan di bahas secara terpisah.


Berikut Sumber Penulisan Artikel ini : 

http://ibd99.blogspot.co.id/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html

http://dheet.blogspot.co.id/2015/06/ilmu-budaya-dasar-bab-i-manusia-dan.htmla


NB: Kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri 😊


Rabu, 18 November 2020

Manusia dan Pandangan Hidup

 



A. Pandangan Hidup


      Pandangan hidup setiap orang itu berbeda-beda. Bagaimana cara seseorang berpandangan hidup dapat menentukan masa depannya. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. 


Pandangan hidup berdasarkan asalnya terdiri dari 3 macam :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya

2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.


    Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideologi. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur  yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.


B. Cita-Cita

    Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain : cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

    Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan  dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan dating sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkan seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor; pertama factor manusia yang memiliki cita-cita, kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.


C. Kebajikan

    Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri.

    Suara hati selalu memiliki hal baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum.


D. Usaha / Perjuangan

    Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya.


E. Keyakinan / Kepercayaan

    Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu:

Aliran naturalisme : hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada.

Aliran intelektualisme : dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh).

Aliran gabungan : Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani di nomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.


F. Langkah Langkah Hidup yang baik

    Setaip manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Mengenal

    Menurut saya sebelum menentukan tujuan yang ingin dicapai kita harus mengenal dulu diri kita sendiri seperti apa agar tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan dan bagaimana untuk menyesuaikan nya di masa yang akan datang.

2. Mengerti

    Menurut saya kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan.

3. Menghayati

    Menurut saya apabila kita sudah mengenal dan mengerti otomatis kita akan lebih mengkhayati tujuan yang ingin dicapai tersebut sepenuh hati agar semua nya berjalan dengan ikhlas sesuai keinginan hati.

4. Meyakini

    Menurut saya dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada Tuhan YME. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang benar oleh Tuhan YME

5. Mengabdi

    Menurt saya setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses.


Berikut Sumber Penulisan Artikel ini :

- https://www.kompasiana.com/danidwidarmawan/552a9c08f17e61c626d623a6/manusia-dan-pandangan-hidup

- https://andasiallagan92.wordpress.com/2012/11/14/manusia-dan-pandangan-hidup/


NB : Untuk menentukan pandangan hidup mu. Pahami diri kamu terlebih dahulu, cari apa yang kamu penasaran secara intelektual, dan tentu saja bawa kedalam doa, agar tujuan pandangan hidup mu di iringi oleh Yang Maha Kuasa. Terima Kasih. Jangan lupa senyum hari ini :)








Selasa, 17 November 2020

Manusi dan Pandangan Hidup

 Soal :


    1. Jelaskan ada beberapa pandangan hidup yang kalian ketahui (menurut pandangan hidup masing - masing)

    2. seberapa pentingkah pandangan hidup ini bagi anda, yang paling tinggi tingkatan pandangan hidup itu di dapatkan dari... jelaskan..


Jawab : 

    1. Pandangan hidup berdasarkan asalnya terdiri dari 3 macam :

            - Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.

            - Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara.

            - Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.


    2. Seberapa penting pandangan hidup bagi saya? Pandangan hidup bagi saya itu sangatlah penting. Karna dengan pandangan hidup, tujuan hidup jadi jelas dan ter-arah. 

Pandangan hidup yang paling tinggi tingkatan nya berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. Dengan pandangan hidup ini, hidup akan selalu mengarah kepada hal yang positive.


Rabu, 11 November 2020

Manusia dan Penderitaan

 



Pengertian Penderitaan

   Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
    Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.
    Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari Tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.

Penyebab Munculnya Penderitaan
    
    Penderitaan dapat muncul karena adanya hubungan antara manusia dengan lingkungannya, baik dengan sesama manusia atau dengan alam. Contohnya dalam sebuah organisasi di kampus, ketika organisasi itu membuat sebuah kegiatan, tentu setiap anggota memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda – beda. Ketika seseorang tidak memiliki sikap lapang dada dalam forum itu, tentu dia tidak akan puas dengan keputusan yang ditetapkan berdasarkan suara terbanyak, dan disitulah muncul sebuah penderitaan karena apa yang diinginkan tidak terwujud. Sedang penderitaan lain antara manusia dengan alam, seperti sebuah bencana banjir di Garut yang membuat rakyat Garut sangat menderita karena apa yang dimilikinya telah lenyap terkena banjir, seperti anggota keluarganya yang terbawa arus, rumah mereka yang hancur dan tidak layak digunakan.  Penderitaan pun juga dapat muncul karena dosa yang ada pada diri manusia.

1. Siksaan
    
    Siksaan bisa berupa siksaan jasmani atau rohani. Siksaan jasmani seperti: Seseorang yang sedang tertimpa bencana alam, kecelakaan dan sebagainya. Sedang siksaan rohani seperti:

a.       Kebimbangan

    Manusia akan merasakan kebimbangan ketika mereka dihadapkan dengan suatu pilihan yang menurut mereka sangat sulit untuk memilih diantara pilihan itu. Ketika pikiran mereka tidak dapat lagi mereka kendalikan dalam menghadapi kebimbangan, kemungkinan besar penderitaan yang mereka tanggung akan jauh lebih lama dan bisa bertambah besar jika mereka tidak merubah pola pikir mereka.

b.      Kesepian

    Kesepian adalah dimana manusia merasakan sendirian di dalam dirinya meskipun berada di tempat yang ramai. Mereka cenderung menyendiri dan diam terkadang tidak ada gairah untuk melakukan sesuatu.

c.       Ketakutan

    Ketakutan adalah sesuatu yang dapat membuat manusia menanggung siksaan batin dan jika terus - menerus ketakutan itu berada dalam diri manusia dapat menimbulkan sebuah penyakit. Ketakutan yang berlebihan biasa disebut phobia. Beberapa penyebab manusia mengalami ketakutan:

· Claustrophobia, merupakan ketakutan yang timbul apabila seseorang berada dalam ruangan tertutup, misalnya yang terjadi pada anak kecil.

· Agoraphobia, merupakan ketakutan yang timbul apabila seseorang berada di tempat terbuka.

· Actophobia, merupakan ketakutan yang timbul apabila seseorang berada di tempat tinggi.

· Kegelapan, merupakan ketakutan dalam diri seseorang yang timbul apabila berada di tempat yang gelap.

· Kesakitan, merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang dialami.

· Kegagalan, merupakan ketakutan dari seseorang karena merasa bahwa apa yang akan dijalankannya tidak berhasil.


2. Kelakuan Mental

    Penderitaan batin dalam ilmu psikolog dikenal dengan istilah kekalutan mental. Kekalutan mental dapat terjadi karena kondisi jiwa seseorang yang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam mengendalikan dirinya, sehingga jiwanya tidak berdaya. Lebih sederhananya kekalutan jiwa adalah gangguan kejiwaan yang diderita manusia akibat tidak dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.Seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan ini harusnya mendapat perhatian lebih dari orang – orang terdekat, agar dari dalam jiwanya muncul semangat untuk kembali memulai hidupnya lebih baik.
    
Sebab – sebab munculnya kekalutan mental pada diri seseorang:

1. Kepribadian yang lemah karena kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Hal tersebut sering membuat seseorang merasa rendah diri atau minder secara berangsur – angsur sehingga membuat jiwanya tertekan dan pada akhirnya dapat menghancurkan mentalnya.

2. Terjadinya konflik sosial budaya karena adanya perbedaan norma yang ada antara yang bersangkutan dengan yang ada di dalam masyarakat.

3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan dalam menghadapi kehidupan sosial
    

 Hubungan Antara Manusia dengan Penderitaan 
    
    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki sifat tidak pernah puas dan selalu ingin terpenuhi apa yang mereka inginkan. Ketika apa yang mereka miliki tidak dapat memuaskan hasratnya, mereka akan terus mencari cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.Apabila itu tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami sebuah penderitaan.
    Dikehidupan ini manusia diciptakan tidak hanya untuk merasakan kebahagiaan, namun mereka juga diberikan suatu penderitaan. Berarti manusia harus mau bekerja keras untuk kelangsungan hidup ini manusia harus menghadapi alam, menghadapi masyarakat sekelilingnya dan tidak boleh lupa untuk bertaqwa kepada Tuhannya, jika mereka melalaikan salah satu darinya atau tidak bersungguh – sungguh menghadapinya, akibatnya manusia akan menderita.


Maanfaat Adanya Penderitaan.
    
Adapun manfaat diciptakannya sebuah penderitaan dikehidupan manusia adalah
a.       Tuhan pasti akan memberikan balasan kebaikan yang tidak disangka-sangka atas ujian dari Tuhan yang telah kita lalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

b.      Cara Tuhan untuk menyayangi agar kita lebih mengingat dan bersandar kepada-Nya.

c.       Penderitaan menuntut kita untuk berpikir bijaksana dalam menyelesaikan masalah dengan baik.

d.      Sebagai pelajaran dan juga pengalaman yang sangat berharga untuk menuai kebahagiaan di hari esok.

e.       Jika kita mampu berpikir bijaksana dan menjadikan penderitaan sebagai pelajaran, maka dari situlah kita juga bisa mengenal perasaan orang lain saat mereka bahagia dan menderita. Jadi penderitaan mengajarkan kita untuk mengenal perasaan orang lain.

f.       Mendorong kita untuk peduli dan menolong orang lain ketika mengalami sebuah penderitaan.

g.      Menjadikan kita lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.

h.      Menjadikan iman kita lebih kuat setelah menghadapi sebuah penderitaan.



Berikut Sumber Penulisan Artikel ini :

1. Kumpulan Makalah Mahasiswa 
    http://wahyuhl.blogspot.com/2017/03/manusia-dan-penderitaan_84.html

2.Rrahcmans
    https://rrachman.wordpress.com/2013/10/15/ibd-manusia-dan-penderitaan/

3. Image
    https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Flemonadepumpkin.blogspot.com%2F2017%2F08%2F17-ilustrasi-karya-seniman-penderita.html&psig=AOvVaw1Est8-E1hsHw9f__j8xOLA&ust=1605193141589000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCLDS-dLg-uwCFQAAAAAdAAAAABAE



NB : Teruntuk kamu, yang sedang membaca artikel ini dan sedang ada dalam Pergumulan/penderitaan hidup ini, tetap semangat yaa, jangan menyerah. Ingat, indah nya Pelangi dapat di lihat setelah hujan 😉  Oiya, di blog ini ada lagu yang bisa di pilih untuk di dengar, siapa tau bisa nambahin mood booster kamu 😋

SEMANGAT!!! 💪

    

Kamis, 05 November 2020

Manusia dan Keindahan

 


MUSIK

    Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia baik dalam aktifitas sakral maupun profan, ia memiliki daya magis yang mampu menghipnotis, oleh karenanya musik memiliki peran yang sangat penting sepanjang sejarah manusia. Sebagai produk kebudayaan, musik tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena musik adalah presentasi gagasan manusia sebagai individu maupun masyarakat. Ia adalah ungkapan rasa, ekspresi dan indikator eksistensi manusia. Musik diciptakan bukan hanya untuk dinikmati keindahannya saja, melainkan juga dijadikan sarana mengungkapkan rasa kekaguman manusia pada Sang Pencipta Alam, Yang Maha Tinggi. Ia menjadi ibadah, ritual keagamaan dalam konteks kepercayaan masa lalu. Dalam peribadatan kuno, musik sangat urgen, ia jembatan yang mampu mengerakkan manusia yang lainnya menjadi satu-rasa, oleh karenanya dikatakan mampu membangun daya magis. Hal itu dapat kita rasakan bahkan hingga masa sekarang, puji-pujian, doa-doa diucapkan dengan merdu bukan semata-mata untuk keindahan saja, melainkan membangun kekhusyukan ibadah. Telah banyak kita lihat di berbagai umat beragama dalam peribadatannya, di dalamnya kita temukan banyak unsur musik, murrậtal, azan, qira’at, pembacaan mantera, hymne dan Sebagainya. 

    Musik adalah obyek, ia bisa dijadikan apa saja tergantung bagaimana manusia memperlakukannya. Sebagaimana karya-karya seni lainnya, juga produk-produk kebudayaan lainnya, tidak hany.a seni. Bahwa seringkali manusia menjalankan hidupnya terfokus pada satu cita-cita saja, kekayaan materi saja, meninggalkan hati-nuraninya dengan pola pikir dan perilaku yang luhur, sarat dengan nilai-nilai keberbudayaan maupun beragama, dan bukan hanya dalam pembicaraan saja, dalam gagasan saja. Nilai-nilai itu harus diejawantahkan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemimpin masyarakat.

Pengertian Musik


    Jika kita memandang musik sebagai ilmu, maka kita patut mempertanyakan apakah musik itu? Istilah musik jika diambil dari bahasa Yunani adalah “Mousiké”, kemudian ditransformasikan melalui bahasa Latin menjadi “Musica”. Istilah ini merujuk kepada “ilmu mengaransemen melodi”, dalam bahasa Arab disebut “‘ilm al-musiqi” sebagai terjemahan dari Yunani yang merujuk untuk musik secara teori, meskipun orang Arab sendiri menyebutnya sebagai “’Ilm al-Ghinaa” yang telah terangkum secara empiris pada kebudayaan Arab. 

    Secara teknis, musik dibangun oleh beberapa unsur. Diantaranya adalah bunyi, yaitu getaran yang dapat ditangkap oleh organ telinga manusia, yang selanjutnya disebut “nada”. Dave Benson kemudian menyebutkan, musik itu adalah getaran udara, dan udara adalah gas yang terdiri dari atom dan molekul, penambahan dan pengurangan tekanan terhadap molekul inilah yang menyebabkan adanya perbedaan getaran (dan diinterpretasikan sebagai bunyi, pen), dalam kondisi temperatur normal, molekul udara bergerak atau bergetar dengan kecepatan 450 sampai dengan 500 meter per detik

Lantas, apakah dengan demikian segala sesuatu yang berbunyi dapat dikatakan sebagai musik?

    Untuk menjawabnya, mari kita perhatikan unsur musik lainnya, yaitu durasi (note value, time), yaitu waktu yang dihabiskan dalam membunyikan nada, atau maksudnya “seberapa lama nada itu dibunyikan”. Ada nada yang dibunyikan sebentar, bahkan kurang dari satu detik, ada yang lebih, bahkan ada yang lebih lama lagi.


    Unsur lainnya adalah harmoni, pembahasan mengenai hal ini sebenarnya berada pada tingkat polifonik, termasuk pembahasan tingkat lanjutan, yaitu mengenai memainkan lebih dari satu nada dalam waktu bersamaan. Misalnya pada piano, sementara jari jempol membunyikan “do” jari tengah membunyikan “mi”. Antara nada mi dan do dikatakan harmonis jika pasangan nada tersebut terdengar nyaman di telinga – meski hal ini bersifat relatif, tergantung tingkat apresiasi pendengar, seringkali seseorang tidak nyaman dengan harmoni tersebut, tetapi orang lain merasa nyaman-.

    Boleh dikatakan bahwa harmonisasi adalah kesesuaian antara nada yang satu dengan yang lainnya. Lazimnya, kesesuaian dimaksud mengacu pada serangkaian nada dalam satu “keluarga”, yaitu antara nada yang satu dengan nada yang lainnya masih berada dalam satu tangga nada yang sama. Selanjutnya paham ini mengalami perkembangan dan aturannya semakin melebar. Baik melodi solo, duet, trio, kwartet, dan seterusnya. Kesesuaian pemasangan nada ini akan berpengaruh pada kenyamanan pendengaran, keadaan inilah yang dikatakan harmonis. Sebaliknya, pemasangan nada yang tidak sesuai berpengaruh pada ketidaknyamanan pendengaran (dissonant). Tetapi pada akhirnya hal tersebut tergantung pada bagaimana musisi menginginkannya, toh pada perkembangan selanjutnya, nada-nada dissonant telah digunakan juga sejak era musik klasik terutama pada komposisi-komposisi Frederick Chopin hingga pada era jazz. Pada masa ini nada-nada dissonant begitu banyak digunakan sehingga menjadi ciri khas, akhirnya pada masa kini istilah dissonant jarang digunakan.


5 Fakta Tentang Sejarah Musik, Bahasa Universal bagi Manusia



1. Musik sudah ada sejak puluhan ribu tahun lalu

    Seperti ditulis laman Essential Humanities, seni dan musik sudah ada sejak zaman kuno, sekitar 50 ribu tahun lalu. Namun, musik yang ada pada zaman tersebut tentu sangat berbeda dengan musik yang lebih modern. 

    Musik cukup berkembang pada zaman-zaman sesudahnya, terutama pada era Paleolitikum. Zaman ini merupakan zaman di mana terdapat perkembangan alat-alat batu, mulai dari alat untuk berburu sampai alat-alat yang dibuat untuk hiburan. 

    Beberapa batu dan kayu yang diketuk akan menghasilkan suara khas, dan gabungan dari suara-suara tersebut dijadikan suara atau bunyi kesenian di zamannya. Belum ada barisan nada-nada yang teratur, sebab yang ada hanyalah suara akibat ketukan batu dan kayu. 



2. Alat musik instrumental tertua yang pernah ditemukan berusia 40 ribu tahun

    Ternyata manusia purba yang hidup di gua-gua pada zaman dulu sudah memiliki jiwa seni yang tinggi, lho. Terbukti dengan ditemukannya seruling berusia 40 ribu tahun, yang diperkirakan digunakan oleh manusia gua dalam komunitasnya, seperti dicatat dalam Live Science. 

    Alat instrumental ini ditemukan di sebuah gua yang terletak di Jerman bagian selatan. Kemungkinan seruling ini digunakan oleh bangsa Eropa kuno yang sudah menetap di tanah Jerman selama puluhan ribu tahun lalu. 

    Seruling tersebut terbuat dari gading besar, dan ada pula seruling yang ditemukan terbuat dari tulang hewan. Penemuan ini membuktikan bahwa 40 ribu tahun lalu merupakan era di mana teknologi kesenian berkembang cukup baik di kalangan manusia purba Eropa. 



3. Musik berkembang pesat di zaman yang lebih muda.

    Pada zaman yang lebih muda, yakni di zaman Yunani dan Mesir Kuno, musik mulai berkembang cukup pesat. Ada banyak alat-alat musik yang memiliki nada yang cukup kompleks diciptakan di zaman tersebut. 

    Buhkan salah satu negara Asia pada saat itu, Vietnam, juga memiliki alat musik, yakni lithophone. Ditulis dalam laman Oldest, alat musik asli Vietnam ini memiliki komposisi yang terbuat dari beberapa batuan, di mana batu-batu tersebut akan menghasilkan nada tertentu jika diketuk secara teratur.

    Alat musik tersebut ada pada 4000 hingga 10 ribu tahun lalu. di masa-masa Sebelum Masehi tersebut, musik mulai dikembangkan dengan nyanyian dan tarian. Pada akhirnya, musik terus berkembang dan tersebar di berbagai belahan duni.

4 . Musik di zaman modern. 
    
    Ada banyak jenis alat-alat musik modern yang bisa kamu nikmati di saat ini, bahkan banyak di antaranya yang sudah menggunakan sistem nada digital. Musisi dan komposer legendaris macam Beethoven, Johannes Brahms, Franz Liszt, Johan Strauss, dan lain sebagainya, adalah bagian penting dari sejarah musik yang saat ini kita kenal. 

    Jenis-jenis musik di zaman modern ini juga sangat bervariasi, tak terhitung jumlahnya. Dengan banyaknya kombinasi suara dan nada yang bisa dihasilkan dari berbagai macam alat musik, keberadaan musik seolah tak akan pernah layu di pelbagai zaman. 

5. Kira-kira bagaimana dengan musik di masa depan? 

    Alat-alat musik konvensional tetap akan dipakai di masa yang akan datang, tentu ditambah dengan kombinasi peralatan musik digital. Saat ini ada beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang musik--Sony, misalnya--yang telah mengembangkan alat-alat musik secara digital dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. 

    Manurut laman 3-byte, pengembangan musik digital di era modern dan masa depan, akan membutuhkan perangkat lunak dan kecerdasan buatan, di mana sistem tersebut dapat membuat dan mendeteksi nada-nada musik yang akan diolah menjadi nada digital. 

    Peralatan musik digital di masa yang akan datang akan lebih mudah untuk digunakan dan dinikmati oleh semua kalangan. Bagi pencinta musik, mereka dapat menciptakan lagu-lagu dengan iringan nada musik ciptaan mereka sendiri.

    


Berikut Sumber Sumber Penulisan Artikel ini :


https://www.idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/fakta-tentang-sejarah-musik-c1c2/5




NB: di blog ini ada beberapa refenrensi music angkatan 60an hingga sekarang yang bisa di dengar, Terima Kasih.




Minggu, 01 November 2020

KONSEP KEINDAHAN





Konsep Keindahan

Nama : David Donovan Marandy Samosir

Kelas : 1IA13

Npm : 50420340



Pengertian Keindahan

    Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk pada sesuatu yang indah, dimana manusia mengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat. Keindahan membuat diri manusia terkagum-kagum akan suatu pesona dari manusia,benda,lingkungan tempat tinggal maupun pemandangan alam yang dilihatnya. 

    Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic dimana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. 

    Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan dimana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya. 

    Keindahan sebagai benda tertentu yang menunjukkan keindahan memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak dimana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat. 

Keindahan Dalam Arti Luas Meliputi

1. Keindahan Jasmani dan rohani dapat diibaratkan keindahan jiwa maupun raga yang dimiliki oleh manusia.

2. Keindahan Seni dapat diartikan dengan pembuatan hasil karya, entah itu karya musik, tari, patung, maupun lukisan.

3. Keindahan Alam dapat diartikan dengan penglihatan akan suatu pesona alam, dan dapat dijelaskan dengan kata-kata, begitu juga sama dengan keindahan seni.

4. Keindahan Moral dapat dilihat dari perilaku, kepribadian dan tata krama setiap individu manusia.

5. Keindahan Intelek dimana keindahan dalam cara manusia berfikir cerdik







Alasan Manusia/Seniman Menciptakan Keindahan

    Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan. 



1) Tata nilai yang telah usang

    Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa. 



2) Kemerosotan Zaman

    Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. 

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur. 



3) penderitaan manusia

    Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. 

    Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan. 



4) Keagungan Tuhan

    Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Tugas Blog ke-4

 Tugas Blog ke-4 1. Buatlah struktur navigasi web kelompok kalian. Berikut adalah struktur navigasi Website E-Learning Persiapan UTBK dari k...