Halaman

Kamis, 28 Oktober 2021

Peng. Tek. Internet dan New Media : Kelompok 7

 Nama Anggota Kelompok 7:

  1. David Donovan M S
  2. Hilmi Reza Muhammad 
  3. Mochammad Kevin Ramadhan 
  4. Petra Cahanaya A
  5. Raihan Ramdani H

Project : Membuat user interface website

Sabtu, 16 Oktober 2021

BEDROOM PRODUCER

 


Apa itu Bedroom Producer? Produser kamar tidur (Bedroom Producer) adalah musisi amatir yang membuat, melakukan, dan merekam musik merekam secara mandiri menggunakan studio rumah, sering dianggap sebagai penghobi yang menentang produser rekaman profesional di industri rekaman yang bekerja di studio tradisional dengan klien. Simple nya Bedroom Producer adalah pencipta music yang mempunyai minim equipment. Kalo di istilah anak Band nya adalah Rock band Garage.


Alat Alat apa saja yang di gunakan oleh "Bedroom Producer" ?


Alat-alat yang dibutuhkan pertama kali tentunya adalah PC/Laptop dengan kemampuan yang cukup (tidak perlu high spec juga). Rekomendasi saya, minimal kamu harus memiliki RAM berkapasitas 8GB dan Hard disk sebesar 512GB. berikut adalah alat alat lain yang di gunakan:

  • Digital Audio Workstation (DAW)

    Perangkat lunak (software) yang akan temen-temen gunakan untuk merekam, memproses, membuat, dan mengedit suara/audio. Beberapa contoh DAW yang digunakan oleh musisi-musisi di seluruh dunia antara lain Pro Tools, Cubase, Ableton Live, Nuendo, FL Studio, dan Studio One. Masing-masing DAW memiliki beberapa versi yang menawarkan fitur-fitur yang berbeda dan fitur spesifik yang akan sangat berguna untuk kebutuhan tertentu. 

    Bagi kamu yang masih pemula, rekomendasi saya adalah dengan menggunakan DAW Cubase atau Nuendo dari pabrikan Steinberg. Alasan saya adalah karena kedua software di atas merupakan software yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain itu, tutorial dalam bahasa Indonesia pun banyak terdapat di YouTube, sehingga temen-temen  dapat terbantu untuk mempelajarinya dan segera mulai berkarya.

  • Audio Interface (Soundcard)

    Audio Interface, atau lebih sering disebut Soundcard di Indonesia, adalah perangkat yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog (suara yang tidak berasal dari komputer) ke sinyal digital (file audio di komputer), dan juga sebaliknya. Audio Interface memiliki beberapa varian mengenai koneksi yang digunakan, yaitu via USB ataupun Firewire. Untuk budget yang minim, saya merekomendasikan Audio Interface yang memiliki konektivitas via USB (koneksi Firewire cenderung memiliki bandrol lebih mahal). Kamu bisa saja melakukan aktivitas recording tanpa menggunakan Audio Interface, namun kamu akan mengorbankan kualitas audio yang dihasilkan dan juga mendapatkan rasio signal-to-noise yang cenderung lebih tinggi.

    Hal terpenting yang harus kamu perhatikan dalam memilih Audio Interface adalah jumlah input dan output yang tersedia (ditulis sebagai i/o). Secara singkatnya, maksud dari jumlah i/o ini adalah berkaitan dengan berapa jumlah sumber dan keluaran suara yang kamu inginkan dalam waktu yang bersamaan. 

    Misal, jika kamu ingin merekam vokal & akustik gitar menggunakan 2 mic secara bersamaan untuk merekam live performance-mu, maka setidaknya kamu akan membutuhkan 2 mic input pada Audio Interface-mu (untuk mic vokal & mic akustik gitar). Namun, jika kamu hanya merekam satu sumber suara pada satu waktu, maka Audio Interface dengan 1 mic/instrument input pun akan cukup untuk keperluanmu. 

  • Microphone

    Microphone (Mic) adalah perangkat yang digunakan untuk merekam suara yang berasal dari sumber eksternal (vokal). Mic sendiri terdiri dari 3 tipe: Dynamic, Condenser, dan Ribbon (pita). Pada umumnya, tipe mic yang paling sering digunakan oleh musisi kamar adalah mic dynamic dan mic condenser. Secara simpelnya, perbedaan pada kedua tipe mic tersebut adalah karakter suara yang dihasilkan dan metodenya untuk "menangkap" suara. 

    Mic dynamic memiliki karakter yang lebih terfokus, sedangkan mic condenser memiliki karakter yang lebih "sensitif". One is not better than the other, they're just different. Umumnya, mic dynamic digunakan untuk merekam sumber suara yang lebih keras (amplifier gitar, vokal scream, snare drum, dll), sedangkan mic condenser digunakan untuk sumber suara yang memerlukan lebih banyak detail (vokal clean, akustik gitar, dll). 

  • Studio Headphone

    Studio headphone adalah tipe headphone yang secara spesifik dirancang untuk kebutuhan music production. Dibanding dengan tipe headphone lain, studio headphone cenderung memiliki karakter yang lebih "datar" tanpa ada empasis di frekuensi manapun. Karakteristik ini membuat studio headphone cocok menjadi perangkat untuk me-monitor suara-suara yang kamu rekam atau buat di DAW secara lebih akurat. 

    Secara teknis, kamu bisa saja menggunakan headphone (bahkan earphone/headset) apapun untuk aktivitas recording, namun hasil yang kamu dengar tidak akan akurat dengan aslinya karena biasanya ekualisasi (EQ) pada tipe-tipe selain studio headphone sudah dimanipulasi untuk memaksimalkan listening experience penggunanya.

  • Studio Monitor Speakers

  Studio monitor speakers (atau studio monitor), adalah perangkat yang digunakan untuk mendengarkan suara yang telah/sedang kamu rekam di DAW. Serupa dengan studio headphone, studio monitor pun memiliki karakter yang lebih "datar" dibanding tipe speaker lainnya, sehingga suara/audio yang kamu dengarkan pun akan lebih akurat dengan aslinya.

    Harga studio monitor terbilang cukup mahal dibanding dengan perangkat home recording lain. Untuk kebutuhan monitoring/mendengarkan selama aktivitas recording seorang musisi kamar, saya rasa menggunakan studio headphone pun sudah cukup. Selama bisa berhemat, kenapa tidak toh? *hahah*

  • MIDI Controller

   Sebuah perangkat yang digunakan untuk mengirim sinyal MIDI (Musical Instrument Digital Interface) ke komputer kamu. MIDI controller ini tidak dapat menghasilkan suara sendiri, namun berfungsi untuk men-trigger suara digital di software/plugin yang kamu gunakan (contoh: software synthesizer, drum, dsb). Sinyal MIDI ini dapat kita kirim melalui beberapa cara dengan menggunakan MIDI controller, antara lain dengan piano key, pad, fader, button/tombol, dan knob pada controller-mu. 

    MIDI controller sendiri sangat berguna bagi kamu yang ingin melakukan produksi musik elektronik dengan setup-mu. Beberapa produk MIDI controller pun sudah ter-bundle dengan plugin-plugin/software berkualitas audio tinggi  secara gratis, sehingga kamu tidak perlu pusing lagi mencari software/plugin untuk aktivitas recording-mu.

  • Pelengkap


Kabel/Jack. Maksud nya, pastikan bahwa kamu memiliki tipe kabel/jack yang sesuai dengan kebutuhan setup home recording-mu. Kabel XLR, 1/4, RCA, atau TRS, pastikan bahwa perangkat-perangkat ini sudah kamu miliki dan terjaga kondisinya (tak ada yang lebih annoying dibandingkan dengan kabel rusak saat kamu sedang recording). 

Stand Mic. Perangkat ini digunakan untuk menopang mic anda saat proses recording. :)

Acoustic treatment/Peredaman suara? Menurut (lagi, pendapat kontroversial) sesorang dari kompasiana, bukanlah hal yang wajib dilakukan oleh seorang musisi kamar. Tentu, peredaman suara secara profesional akan sangat membantu pada kualitas rekaman audio-mu, namun bukan berarti bahwa ruangan tanpa acoustic treatment tidak bisa sama sekali anda gunakan untuk recording. 

    Jika level noise pada recording anda sangat mengganggu dan anda tidak ingin mengeluarkan uang untuk meredam kamar anda, sedikit tips yang mungkin bisa anda terapkan adalah dengan menggunakan karpet, kasur, handuk, selimut, dan barang lain yang bisa digunakan untuk meredam refleksi suara di kamar anda.


Demikian sedikit sharing dari saya. Sampai jumpa di artikel selanjut nya dan Selamat berkarya!😁


Referensi :  
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Bedroom_production
  • https://www.kompasiana.com/ryooctaviano6499/5fc531f0d541df42dc66cc92/bedroom-producer?page=all
  • https://www.kompasiana.com/raskisantika/5e54bf34d541df0baf125e12/mau-jadi-musisi-kamar-inilah-alat-alat-yang-kamu-perlukan

Jumat, 08 Oktober 2021

TV DI ERA DIGITAL APAKAH AKAN MENJADI USANG?

 


    Sebuah studi baru dari lembaga survei Niel son Co menegas kan apa yang sekarang tengah terjadi Smartphone menang dan televisi tradisional kehilangan pamornya. Terutama, untuk pemirsa berusia 18-34 tahun.

    Dalam survei yang hasilnya diumumkan pengujung bulan lalu, Nielsen mengatakan bahwa menonton TV tradisional semua kelompok umur mencapai puncaknya pada kurun 2009-2010. Sampai saat itu, penonton untuk TV telah tumbuh setiap tahun sejak tahun 1949. Kini, angkanya terus merosot.

    Studi ini adalah yang pertama dilakukan Nielsen secara komprehensif untuk melihat perilaku menonton video melalui TV tradisional, internet, ponsel, dan perangkat lainnya. Data yang mendasari laporan ini menunjukkan bahwa di antara responden usia 18 sampai 34 tahun, penggunaan smartphone, tablet, dan perangkat yang terhubung dengan TV seperti streaming atau game konsol mening kat lebih dari 25 persen pada Mei di bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sekitar 8,5 juta orang per-menit. Dalam kategori yang sama, menonton TV turun 10 persen menjadi 8,4 juta orang per menit.

    Jelas dari studi itu, pemirsa kini menghabiskan lebih banyak waktu pada smartphone, tablet, dan perangkat terhubung TV jika ingin menonton acara TV. berbarengan dengan itu, banyak iklan yang terlewatkan atau bahkan kemudian dihapus, hal yang mempengaruhi basis klien Nielsen secara signifikan.


Industri TV terlambat

    Dari sisi teknologi saja, Indonesia belum mampu mengalihkan siaran televisi dari analog ke digital. Di saat negara-negara lain di dataran Eropa dan Amerika sudah mematikan sinyal analognya sebelum 2010, Indonesia baru merencanakan akan benar-benar menghentikan analog pada Juni 2020. Belum lagi dari sisi konten. Tayangan televisi tak lagi menarik bagi generasi muda.

    Pendapat yang sama disampaikan Ketua Bidang Industri Penyiaran Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Hardijanto Saroso. Menurut dia, pola konsumsi sekarang makin personal alih-alih umum untuk dinikmati bersama-sama seperti dulu. Dari sisi durasi, tayangan berdurasi lama pun makin tergerus dengan tayangan dengan durasi singkat. "Sekarang sukanya makin beda-beda. Udah enggak ada long hours viewing. Paling kalau nonton bola, final badminton, atau tinju saja," ujar Hardijanto.

    Agar mampu bertahan, industri televisi perlu mengbah format tayangannya. Misalnya, dengan memperbanyak citizen journalism atau jurnalisme warga. Selain memperkaya konten dan mengikuti selera penonton, mengandalkan jurnalisme warga dinilai akan lebih hemat dari sisi produksi. Langkah ini diterapkan NET TV setelah biro Jawa Tengah dan Jawa Timurnya ditutup. "Itu adalah public contet generator, itu tidak di-generate oleh televisi tapi di-generate oleh komunitasnya," kata Hardijanto.


TV Di Era Digital Apakah Akan Menjadi Usang atau mati?

    Tidak semudah itu, kata Michael Wolff, kolumnis dan penulis buku Television Is the New Television: The Unexpected Triumph of Old Media In the Digital Age. "Dalam arti yang lebih besar, digital belum akan mengalahkan televisi di pasar iklan. Bahwa sedikit mengganggu mungkin iya," katanya.

Contoh Facebook, salah satu yang disebut-sebut memiliki andil membuat TV kian tak laku. Salah satu kelemahan Facebook, katanya, adalah mereka hanya memiliki sarana untuk menonton, tapi tidak menciptakan konten untuk ditonton.

Hal yang sama terjadi pada Youtube. "Bisakah Anda sukses dalam bisnis video tanpa membuat media yang sebenarnya?" katanya. Ia justru melihat, peluang TV lebih besar untuk memenangkan pertarungan, tak seperti media cetak di era digital. "Sekarang eranya TV menjajah Internet, tolong dicatat!" tegasnya.

Referensi :

  • https://www.kompas.com/tren/read/2019/08/25/070000265/sudah-siapkah-televisi-indonesia-hadapi-disrupsi-digital?page=all
  • https://www.republika.co.id/berita/koran/teraju/16/01/13/o0vsw59-nasib-televisi-di-era-internet

Note : Jika ada kesalahan ataupun hal yang bisa di tambahkan dalam topik kali ini, boleh di tulis di kolom komentar. Mari kita diskusikan bersama. Terima Kasih 😁

Tugas Blog ke-4

 Tugas Blog ke-4 1. Buatlah struktur navigasi web kelompok kalian. Berikut adalah struktur navigasi Website E-Learning Persiapan UTBK dari k...